PC Regedit Saves My Wife’s Laptop

Posted in Komputer with tags , , , on Juli 1, 2009 by cangwadi

Sesuai judulnya, saya akan berbagi pengalaman yang sempat membuat saya kalang kabut. Berawal dari niat saya memberantas virus aang secara tuntas dilaptop istri saya. Saya ikuti tutorial yang ada untuk membersihkan registry value dari virus tersebut. Namun karena saya kurang awas dan masih awam, saya mendelete habis value userinit yang disitu tercantum virus aang juga. Ternyata hal ini baru kelihatan dampaknya setelah keesokan harinya saya ingin menggunakan laptop tersebut. Saya nyalakan laptop seperti biasa dan yang terjadi adalah log on-log off loop, yang mengakibatkan saya tidak bisa masuk ke dalam.

Setelah browsing-browsing ke mbah google, dengan keyword, “Userinit registry value deleted”, saya temukan secercah harapan di blognya bang raymond. Yang pernah mempunyai pengalaman yang sama. Beliau dalam postingannya memberikan 2 alternatif pemecahan masalah, yaitu Ultimate Boot CD dan PC Regedit. Karena PC Regedit lebih simple, saya menggunakan alternatif tersebut. Menggunakan PC Regedit anda tidak perlu booting ke Windows XP anda.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengembalikan registry

  1. Download PC Regedit
  2. Bakar PCRegedit.iso hasil downloadan ke dalam cd, menggunakan program imgburner atau isoburner
  3. Ubah settingan Laptop atau PC anda. Sehingga si Laptop atau PC booting pertama kali ke optical drive (cd/cd-rw/dvd/dvd-rw) anda
  4. Masukkan hasil bakaran PCRegedit.iso ke optical drive anda dan meload ISOLINUX 3.11
  5. Sesudah terload akan terlihat MyFileChoose title window. Secara default anda berada di config folder. Scroll ke bawah sedikit, pilih SOFTWARE dan klik OK.regedit_auto_income
  6. Arahkan ke root > Microsoft > Windows NT > CurrentVersion > Winlogon.
  7. Cari Userinit Key dan pastikan valuenya C:\Windows\System32\Userinit.exe, jika valuenya kosong harap diisi sesuai value di atas. Dan jika Userinit Keynya tidak ada maka add new key dengan cara klik kanan di panel sebelah kanan. Dan isikan value di atas.

Demikianlah cara yang saya lakukan sehingga laptop istri saya dapat bekerja normal kembali.

Terima kasih buat Allah SWT, Mbah Google ,Bang Raymond, dan juga Ardo atas benwit untuk download PCRegedit.iso dan burnernya.

Iklan

Kisah Seorang Akhwat…

Posted in Kisah Hikmah with tags , , , , , on November 28, 2008 by cangwadi

Berikut ini adalah kisah inspiratif yang saya peroleh dari Forum Internal Kantor… Kisah ini dituturkan ulang oleh Mbak Fayi, teman dekat akhwat tersebut…

Selamat menikmati… Semoga hikmahnya dapat kita ambil dan kita jadikan pelajaran…

======================

Mengenal sosoknya…

Seorang akhwat yang ceria, optimis, cerdas dan percaya diri… Senyum dan tawa selalu mengiringinya tiap bercerita… Ceritanya selalu seru… Penampilannya khas dengan tas ransel dan sepatu kets… Serta cara berjalannya yang cepat dan gagah…

Hingga suatu sore di serambi masjid terlihat ada kegelisahan di matanya, kegelisahan yang coba disembunyikan, tapi gagal… Hingga meluncurlah cerita ini dari bibirnya….

Dia dilahirkan dalam keluarga miskin… Selepas SMA dia mengadu nasib di ibu kota,lewat jasa seorang saudara dia diterima di sebuah perusahaan multinasional, dengan penghasilan pas-pasan, setiap bulan dia paksakan diri untuk mengirim barang seperempat penghasilannya buat orangtua di kampung… Bukti baktinya pada orangtua, dan untuk membantu biaya sekolah adik-adiknya… Sisanya benar-benar habis untuk biaya hidupnya di jakarta…

Di jakarta Allah memberinya tempat tinggal yang kondusif, tempat tinggal yang dipenuhi orang-orang hanif, bangunan yang dulu dikiranya pesantren yang belakangan dia tau namanya ma’had… Di sekitar situlah dia tinggal… Dan akhirnya di situlah dia mendapatkan banyak ilmu, teman, saudara yang menyayanginya lebih dari saudara sendiri…

Ingin sekali dia berjilbab, tapi selalu ada keraguan… Dia malu kalo orang tau siapa dia sebenarnya… Pantaskah dia berjilbab sementara bapaknya adalah penjudi dan ibunya adalah muci****… Keraguan itu akhirnya dilawannya… Dan akhirnya ia berjilbab…

Masalah pertama datang ketika tiba waktunya pulang kampung, tatapan sinis tetangga, kegerahan ibu dan bapaknya… “Mbok ra sah nganggo ngono-ngono kuwi” (mbok ga usah pake yang gituan) kata sang bapak… Tapi semua ditanggapinya dengan sabar… Dan orang tuanya tidak bisa memaksanya toh selama ini memang dia sudah tidak bergantung lagi sama orang tua…

Tiga tahun berlalu… Mendekati ultahnya yang ke 21… Tiba-tiba dia ingiiiiinnn sekali melihat kedua orangtuanya sholat… Satu hal yang sudah berapa puluh tahun ditinggalkan keduanya… Dibelikakannya ibunya sebuah mukena terbaik yang dia beli dari tenabang, plus sarung dan baju koko… Diselipi surat permohonan kepada orangtuanya, “Mohon bapak dan ibu menerima hadiah ini, dan saya ingin melihat bapak dan ibu sholat sebagai kado ulang tahun saya yang ke-21…”

Waktu berlalu… Suatu sore ibu kos memberitahu dan menyerahkan sepucuk surat, dari kampung… Balasan dari kirimannya beberapa waktu lalu, dibacanya surat itu… Tapi ternyata permintaan ‘sederhananya’ tidak ditanggapi sebagaimana inginnya…

Dia sedih, dia kecewa tapi tidak putus asa… Penolakan orangtuanya untuk memenuhi keinginannya dia balas dengan kekuatan do’a… Berharap impiannya bisa terwujud…

Hari berlalu, posisinya di perusahaan semakin mantap… Kondisi ruhiahnya pun semakin baik, kondisi orangtuanya tidak lagi menjadi beban baginya… Satu persatu teman sekelompok mulai ‘diproses’… Sang murobiyyah pun sudah memberi tanda-tanda dirinya juga harus bersiap-siap menunggu giliran… Memikirkan hal ini, kegelisahan itu pun kembali muncul…

Adakah laki-laki yang mau menerima dirinya, dengan latar belakang keluarga yang demikian hitam??? Haruskah dia ceritakan hal ini pada sang murobbi, atau beranikah dia menceritakan pada sang ikhwah yang nanti mengajaknya ta’aruf?

Bukan kemiskinan yang membuatnya malu… Bukan, bukan itu… Tetapi pekerjaan ibunya lah yang membuatnya bersedih…

Romadhon pun tiba… Dari adik-adik dia mendapat kabar… Bapak tak lagi suka main judi, tapi juga belum mau mengunjungi masjid…

Sementara sang ibu… Sudah mulai ikut tarawih tetapi belum mau meninggalkan pekerjaannya, sebagai mucik***… Tidakkah ibu tau pekerjaan itu pekerjaan dosa besar, uangnya pun tidak halal… Tiap diingatkan cuma pertengkaran ujungnya…”Koyo iso sembodo wae…”, sedih hatinya…

Murobbiyyahnya semakin sering menanyakan biodata yang tak juga segera disetorkannya… Semakin sering ditanya… Semakin kegelisahan mendera…

Beruntung sifat cerianya bisa menutupi semuanya… Tak ada yang beda… “Ummi saya belum siap… Saya ingin berbakti dulu sama orang tua…”, elaknya pada sang murobbiyyah…

Kedekatan dan kebersihan hati sang murobbiyyah bisa menangkap ada sesuatu dalam diri sang binaan… Sesuatu yang terlihat berat tapi coba disembunyikan… Tetapi itu tidak cukup membuat sang akhwat memiliki keberanian untuk menceritakan sisi gelap hidupnya pada sang murobbiyyah…

Menurut teman-teman… Apa sebaiknya si akhwat ini berterus terang atau tidak pada murobbiyyahnya… Atau mendingan nunggu ada ikhwan datang dan menceritakan pada ikhwan yang mengajaknya ta’aruf?(dengan resiko si ikhwan mundur teratur ketika mengetahuinya…)

Seandainya pun tidak diceritakan, pasti suatu saat ikhwan itu akan tahu… Dan tentu akibatnya bisa saja lebih fatal…

Dia bertanya,”Seandainya saudara laki-laki mbak memiliki calon pasangan hidup dengan latar belakang seperti saya, apakah mbak mengijinkannya? Ato menasehatinya agar mencari perempuan lain yang aman-aman saja?”

Bukan sesuatu yang mudah untuk menumbuhkan keberanian… Menceritakan aib diri… Saya menyadari itu… Saya saja yang ‘hanya’ dikaruniai orang tua yang belum mau sholat saja sudah membuat tertekan…

Terlebih lagi ini… Saya percaya sang akhwat bermental baja… Bahkan kondisi psykologisnya tidak banyak terganggu… Kecuali beberapa kali terlihat matanya sembab… Itupun berusaha disembunyikan dibalik kaca mata minusnya…

Beberapa kali juga terlihat dia gampang tersinggung… Mungkin betul dia tertekan (pasti)… Dia juga bercerita bagaimana ibunya sering kali berkata dan berperilaku kasar padanya… Pun saat dia sudah jauh… Teror mental itu masih saja ada…

Suatu saat… Saat malam baru saja datang… Dia menelpon… Tersedu, tak ada lagi sisa keceriaan yang biasanya hadir saat dia bercerita..

“Mbak… Ibu saya ketangkep sekarang ada di kapolsek… Kata bapak harus nebus 5 juta… Di kasih waktu sampai jam 9 malam… Bapak mendesak harus ada uang… Gimana pun caranya”

“Adik punya berapa?”, tanya saya.

“Cuma ada satu juta, mbak…”, dia menjawab.

“Tolong bilang ke bapak… Minta waktu sampai besok pagi… Kirim dulu uang itu sebagai jaminan… Besok pagi saya usahakan”, balas saya.

Esok paginya… Kutemui dia di sebuah masjid…

Wajahnya menunduk… “Saya sudah menyuruh ibu saya untuk bertobat… Saya belikan rumah sangat sederhana di pinggiran kota solo… Kata ibu dia sudah insyaf… Tapi ternyata masih…”

Semalam… Diam-diam saya telepon murobbiyyah saya, saya yakin beliau kenal dengan murobbiyyah sang akhwat… Saya meminta bantuan penyelesaian kasus ini… Saya tidak sanggup mendampinginya seorang diri… Saya yakin murobbiyyah saya seorang yang amanah, pun murobbiyyah dia…

Saat dhuhur tiba… Murobbiyyah sang akhwat datang… Saya minta maaf kepada sang akhwat karena melibatkan beliau… Alhamdulillah sang akhwat maklum…

Waktu berlalu… Sampai suatu pagi… Pagi-pagi sekali… Dia memberi kabar… “Mbak…doakan ya, kemarin sore saya dipanggil murobbiyyah, katanya ada yang penting” Sepanjang hari itu saya deg-degan menunggu kabar yang penting itu…

Sebulan kemudian dia memberi lagi kabar,”Mbak, minggu depan khitbah…”

Duh tak sabar… Saya ingin bertemu langsung dengannya, mendengar cerita ta’arufnya…

“Si mas yang menyuruh saya agar tidak menceritakan apa-apa pada keluarganya… Biar itu menjadi urusan si mas…”

“Siapa ikhwan yang hebat itu?”, tanya saya…

“Ikhwan pegangan suami murob… Keluaran pesantren… Orang sini asli… Dia mau menerima saya apa adanya… Sepertinya dia tulus…”, ucapnya bahagia… Tapi masih ada keraguan dalam bicaranya…

“Wanita yang baik, untuk laki-laki yang baik… Laki-laki yang baik, untuk wanita baik-baik… Walaupun adek dilahirkan dari ibu seperti itu… Saya mengenal adek sebagai wanita istimewa… Jadi pasti Allah pun mengirimkan laki-laki yang istimewa juga…”, hiburku..

Sampai suatu saat… Saya berkesempatan bertemu pasangan istimewa ini… Kami janjian di sebuah pemancingan ikan di kota Klaten…

Subhanalloh… Saat bertemu pun saya tak kuasa menahan air mata… Suaminya menjabat erat suami saya… Sepertinya mereka sudah lama saling berkenalan… Suaminya ganteng lho… Dari sekilas pandang sepertinya orangnya sabarrr….

“Mbak terima kasih ya…”, ucap akhwat tersebut.

“Gimana si mas?”, tanya saya.

“Subhanalloh… Sabbaaarrr banget, mbak…”, dia menjawab.

“Kalo ibu, sekarang gimana?”, tanya saya lagi.

“Alhamdulillah sudah mau sholat, rutin malah… Tapi temen-temennya masih suka nelpon-nelpon…”, jawabnya.

Hmm… Saya merasakan Kemahabesaran itu… Saya merasakan Kemahakuasaan… Hanya Allah lah yang mempunyai kuasa menggerakkan keberanian lelaki itu hingga sanggup mengambil resiko menikahi seorang akhwat dengan latar belakang yang kelam…

Saya saja yang nulis sambil nangis….

Koq ya ada, kenyataan seperti ini… Ini kisah nyata lho… Bener-bener nyata…

Lebaran kemarin kami juga janjian lagi… Ketemu lagi di waroeng steak di solo… Dia dah gendong bayi mungil… Putih cantik… Langsung jatuh hati sama si mungil yang tertidur pulas digendongan ibunya…

Indahnya ukhuwah… Duh, seseorang yang dulunya tak kenal, sekarang begitu lekat dihati, lebih lekat dari kecintaanku pada sodara kandungku sendiri…(saya kan ga punya sodara perempuan…jadi ketemu dia seperti nemu adik perempuan gitu…)

Beberapa hari lalu dia sms… Nanyain tentang menu bayi… Eh jadi pengen berbagi cerita tentangnya…

Semoga bukan ghibah semata… Semoga banyak ibrah yang bisa dipetik… Semoga banyak semangat yang terpompa karena kisah ini…

Allah adalah dzat yang tiada pernah ingkar janji…

Bagi jombloer… Yang merasa banyak kekurangan (baik sumbernya dari diri sendiri, lingkungan ato keluarga)… Jangan putus asa… Perbaiki diri sekarang juga, agar menjadi manusia yang berkualitas dan pasti akan mendapatkan pasangan yang berkualitas juga

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…. (An-Nuur ; 26)

Pesta Blogger 2008, Pesta Plurker 2008 dan Pesta Duren 2008

Posted in Gajah with tags , , on November 25, 2008 by cangwadi

Jakarta, 22 November 2008. Di Sabtu pagi yang cukup panas, ku pacu supra seempritku menuju Jl. MH. Thamrin no. 8 tepatnya di Auditorium Gedung BPPT II, lantai 3. Jam 8.30 pagi sampai di tujuan. Di tempat parkir motor ketemu dengan naip (yeah you rite naip skinfold). Sampai di lobi ketemu dengan Bapak Endah Surya nasution (Presiden Blogger Indonesah). Ditunjukin sama beliau gajah-gajah yang sedang duduk2 di luar… Ada acha, awan, pito, jipeng, nugisat, suster idaman, deden, kang jay, idban, daeng hasan, rara, nuri abidin, Mas Set, tonyer, godril, adiguna, mbu (sorry kelupaan) dan nengdj, eh ano eto siapa lagi yah, eh ada abud juga deng…
Gak berapa lama datang herics yang datang membawa kaos Pesta Duren 2008. Seluruh gajah menyerbu tukang kawos dan mengambil merchandise yang ada. Ada yang makenya dobel2. *opo gak gerah yo?* Saya, acha dan awan bergegas ke toilet dan berganti baju. *biar gak gerah* Tak lama gajah2 bandung, bunda endhoot, anom, surur + beberapa plurker bandung datang…
Gak lupa pembagian gudibeg dari Pesta Blogger 2008 (isinya segambreng dari kawos, topi, gantungan kunci, pin, spam, spam, spam, spam dan spam)…
Sampek dalam gedung suasana udah rame… Gajah-gajah langsung menyerbu balkon kiri dan memutihkan arena… Sementara em-ce2 berkoar-koar dan memulai acara Pesta Blogger 2008, gajah2 sibuk bikin seminar sendiri dan brosing dengan akses inet dari slowly, the speed that you can’t trust… Dengan segala pisuh-pisuhannya, akhirnya gajah2 menggunakan akses internet pribadinya untuk apdet blog dan aplot poto2 ke pliker… eh iya lupa bilang si blek masuk ke dalem dengan menyelinap. Trus Pas em-ce lagi ngomong2, Oom Ryo Saeba dan valen langsung beramah-tamah dengan Bapak-bapak Mentri yang hadir…
Pas makan siang, ada jam session dengan endah dan temen2 dari yayasan mitra-netra, yayasan yang bergerak membantu saudara2 tunanetra dengan menerbitkan buku braille… Si blekih ikut-ikut ngejam dengan lagu “Stand By Me”, tapi dasar dia lagi gugup dan seringnya bawain lagu “Termiskin di Dunia”. Si blekih cuman jadi backing vocal gak jelas… Salut sama si endah yang berhasil perform dengan sangat baik… *suaranya melengking-lengking gitu*
Masuk sesi ke dua, seharusnya setiap peserta dibagi menjadi beberapa bagian, dan gajah2 yang lagi kumat bukannya gabung ke salah satu bagian tapi malah poto2 di atas podium, bergaya bak narsum dan momod… *ngakak guling-guling* Tiba-tiba anti gravitasi dengan Sarah datang bergabung dengan gajah-gajah di depan podium.
Tak terasa waktu berlalu, sampailah ke bagian yang paling ditunggu yaitu pembagian doorprize, kali ini gajah2 semakin kumat dengan “menyambit” emce-emce cewek dengan banyolan2… Gajah2 diwakili oleh utusan dari arabian embassy gagal meraih nominasi… *eh nggak deng gw dapet gratis langganan pushmel 6 bulan sama kayak blek, dan nugisat berhasil dapet hape HTC…* *jingkrak-jingkrak*
Pas pulang gajah2 yang gak mau rugi, meminta kompensasi dengan membawa snack dan nasi kardusan Pesta Blogger 2008 sejumlah 10 set kalau ndak salah… Rampokan itu digunakan sebagai konsumsi untuk Pesta Duren 2008 di Rusun Kebon Kacang, di rumahnya Herics… Pas pulang dari pesta Blogger ini Henny dan Lea ikutan ke rumah Herics untuk ngerayain Pesta Duren 2008…
Sampai di lokasi Pesta Duren 2008, ternyata massa sudah disambut oleh pasangan Tub dan Blub yang sedang kongkow2 di rumah Juragan Pesta duren… Suasana berubah menjadi pasar tumpah dengan datangnya massa yang berjumlah puluhan eh ratusan ah sudahlah… Segera saja hasil rampokan disikat sampai bersih oleh massa tersebut…
Tapi setiap pesta harus berakhir, begitu juga dengan Pesta Blogger 2008 dan Pesta Duren 2008… setelah ditutup dengan do’a penutup majelis… Massa PD08 membubarkan diri…
Sementara saya dan Blek melanjutkan konvoi ke Jl. Sriwijaya, tempat koh Lurkard bertahta… Niatnya sih mau kongkow2 tapi apa daya, mata yang tinggal 5 watt akhirnya terpejam juga… Jam 1 dinihari akhirnya kopdar dadakan itu berakhir… *yatta joged pisang* Sampek rumah trus tidur…
alhamdulillah, terimakasih buat semua pihak yang sudah turut menyukseskan Pesta Blogger, Pesta Plurker, dan Pesta Duren 2008… 2009 kita ngumpul2 lagi yah…

NB: All Photo credited to Warga Kampung Gajah Thanks Buat Kang Jay, Suster, Juragan dan Partypisan™ lainnya…

Peserta Pesta Duren 2008Peserta Pesta Duren 2008 2
Blek on Action
Hasil Rampokan Pesta Blogger 2008
Klean kan hanya Partypisan™

Rekor Kopdar Id-Anime Terpecahkan…

Posted in Anime with tags , , on Juli 4, 2008 by cangwadi

Rabu, 2 Juli 2008, bertepatan dengan kedatangan blekih, peminum susu kuda liar jantanId-Anime mengadakan kopdar. Kopdar ini diselenggarakan di Casmadi. Kopdar ini memegang rekor terbesar penampakan homok-wati Id-Anime. Kurang lebih ada 3 homok-wati yang hadir (Yah untuk sementara Misaki dianggap wanita dulu lah). ketiga Homok-wati tersebut adalah Mei, Misaki dan Nia… Sementara Homok2 yang datang adalah Blekih, Yoh, Vicong, Budizainer, Juragan, Amakusa, Lurkard, Deden, Jiro, Bima, Amer, Qq dan Saya sendiri

Pas kopdar, nggak ada satupun pelanggan Casmadi yang berani menginterupsi Blekih yang suwaranya kayak TOA… Bayangin aja tuh suaranya Blekih sampai kedengaran ke Dompu Pasar Mampang… Kopdar ini merupakan kopdar yang siyal bagi Budizainer, karena beliau harus merelakan spion mobilnya dianiaya oleh Amer… Sampai 2 kali lho… Namun bagi Deden, kopdar kali ini merupakan kopdar yang penuh kejutan… Berawal dari kedatangan Lurkard yang tiba2 memberikan bungkusan plastik… Mulanya Deden menyangka itu adalah bungkusan gorengan, tetapi setelah membukanya Deden terlonjak hingga jatuh dari tempat duduknya kaget… Kemudian Juragan menjelaskan bahwa itu adalah hadiah dari seluruh kru Id-Anime yang tersebar dari Sabang sampai Merauke sebagai hadiah atas pernikahan Deden…

Dari kopdar ini juga terkuak satu rahasia, bahwa Blekih senang minum susu kuda liar yang ditangkapnya sendiri… Masalahnya kuda liar tersebut berjenis kelamin Jantan… Wakakakakak… Kontan saja semua orang yang hadir tertawa… Misaki, si FDD512MB, juga melakukan pengakuan bahwa dia sebenarnya AC/DC… Sebetulnya ada bukti rekaman suara pengakuannya… Namun karena saya tidak tega jadi tidak saya aplod (bilang aja gak punya.. tunjuk Blekih sang Seniman si pemilik rekaman)

Ketika mau pulang tadinya saya mau nganterin Mei, namun beliau lebih memilih terjun ke kali naik angkutan umum… Husnuzhonnya sih, dia gak mau nyusahin saya… Hehehe… Sementara Misaki diantar oleh Amer… Budizainer mengantar Deden naik mobilnya yang habis dianiaya Amer… Nia digilir diantar oleh rombongan homok Vicong, Blekih, Lurkard dan Yopi… sementar Jiro mengantar pasangan homoknya si Qq… sementara Bima, saya gak tahu pasti.. Apakah belia langsung pulang dan menantikan kedatangan 4 homok yang mengantar Nia pulang ataukah beliau ikut2an konvoi… Wallahu A’lam…

disclaimer: istilah Homok di sini beda dengan Homo(k) tanpa K…

Fullmetal Alchemist, Kisah Tentang Seorang Abdi Negara…

Posted in Anime with tags on Juni 6, 2008 by cangwadi

Iya ini basbang™ banget… Saya baru2 ini secara marathon kerja paksa iseng menamatkan serial Anime yang berjudul Fulmetal Alchemist… Tadinya saya tidak berharap banyak ketika pertama kali menontonnya… Namun tak dinyana tak disangka, setiap episodenya seakan membuka cakrawala saya… Apalagi ini sedikit berkaitan dengan status saya sebagai abdi negara, dimana si tokoh utama Edward Elric menjadi State Alchemist… Sebagai seorang abdi negara seharusnya Edward Elric cenderung berpihak kepada pemerintah, dalam hal ini militer…

Namun kenyataannya sang tokoh utama malah melakukan hal yang sebaliknya… Sebagai contoh ketika ia diperintahkan menginspeksi sebuah kota pertambangan di wilayah East Country… Penguasa kota tersebut yang berbuat sewenang2 kepada rakyatnya mencoba menyuapnya, tapi si Edward malah mengakali sang penguasa dan mendapatkan kepemilikan kota tersebut… Setelah itu Edward menyerahkan hak atas kepemilikan kota tersebut kepada para penambang… Para penambang yang tadinya menolak Edward untuk menginap, karena statusnya sebagai Abdi Negara yang menurut  pandangan mereka sama rusaknya, mengubah pandangannya… Ternyata memang tidak semua Abdi Negara itu brengsek rusak, masih ada Abdi Negara yang setia melayani umat dengan penuh keikhlasan dan hati… Hehehe…

Seiring dengan tekad melayani umat dengan penuh keikhlasan itulah, kantor saya melalui Bunda Sri Mulyani menggalakkan modernisasi… Mudah2an Abdi Negara seperti saya dan teman2 yang lain dapat mengemban amanah ini, seperti Edward Elric sang State Alchemist… Amiin…

Fullmetal Alchemist Sang Abdi Negara

“Nungging” di Kampung Gajah.

Posted in Gajah with tags , , on Januari 18, 2008 by cangwadi

Jakarta, 18 Januari 2008

Hari ini, Jum’at 18 Januari 2008, kuberanikan tanganku menuliskan surat perkenalan ke “milis paling tinggi traffic”nya. Sebetulnya milis Id-Gmail sudah kuketahui semenjak dulu kala waktu bergabung dengan “anak”nya yaitu Id-Anime…. Namun keberanianku memuncak setelah kemarin mencoba main Warbook (iya saya gaptek baru tahu warbook!!!)… Dan mencoba “Make Alliance” dengan Kampung Gajah…. Setelah saya pm Om Raz Flowers, oleh beliau disarankan untuk join Id-Gmail….
Setahu saya sih milis Id-Gmail itu dihuni oleh “Homok-homok” yang berkamuflase menjadi “Gajah-gajah”… Saya juga pernah mendengar bahwa Milis Id-Gmail sempat dimisuhi oleh Gmail, dikarenakan trafficnya yang “sangat2” tinggi…
Untuk “nungging” pertama saya, akan saya tulis lewat email saja… Hehehe…
Sekiyan dari saya, semoga dapat memuaskan para “Homok” dan “Homok-wati” sekalian…

NB: Ini adalah tulisan pertama saya di blog saya ini… Maaf kalau ada yang kurang… Kalau mau nambah, minta aja di komment…

Ahlan Wa Sahlan!

Posted in Uncategorized on Juni 21, 2007 by cangwadi

Selamat Datang di blog saya. Dozo Yoroshiku ne